Kabupaten Pidie telah lama dikenal sebagai salah satu lumbung atlet berprestasi di Provinsi Aceh, khususnya dalam cabang olahraga (Cabor) bela diri tradisional, Pencak Silat. Menyongsong tahun 2026, ambisi besar kini dicanangkan: Atlet Pidie siap mendominasi seluruh Kompetisi Regional Aceh yang melibatkan mahasiswa. Persiapan matang dan terstruktur telah dimulai jauh-jauh hari, melibatkan sinergi antara Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Pidie dan perguruan-perguruan Pencak Silat lokal yang memiliki sejarah panjang dalam mencetak juara.
Fokus utama BAPOMI Pidie adalah mengidentifikasi dan memoles talenta-talenta mahasiswa yang memiliki latar belakang kuat di Pencak Silat. Seleksi yang dilakukan tidak hanya mengukur kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga pemahaman atlet terhadap filosofi dan mentalitas Pencak Silat sebagai warisan budaya. Program pelatihan yang dijalankan saat ini berorientasi pada peningkatan daya tahan, kecepatan, dan penguasaan teknik-teknik baru yang adaptif terhadap regulasi pertandingan modern. Pelatih kepala kontingen Pencak Silat Pidie optimis bahwa dengan intensitas latihan yang diterapkan, Atlet Pidie akan berada di level performa puncak saat Kompetisi Regional Aceh 2026 tiba.
Target dominasi di Kompetisi Regional Aceh adalah langkah strategis pertama menuju panggung nasional. Keberhasilan mendominasi di tingkat provinsi akan memastikan Pidie menyumbang jumlah atlet terbanyak dan terbaik untuk kontingen Aceh di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS). Dominasi ini juga penting untuk membangun reputasi dan moral tanding Atlet Pidie, memberikan mereka kepercayaan diri yang tinggi saat berhadapan dengan lawan dari luar Aceh. Oleh karena itu, semua sumber daya dan fokus saat ini diarahkan untuk mengamankan posisi teratas di setiap kategori yang dipertandingkan dalam Cabor Pencak Silat pada Kompetisi Regional Aceh 2026.
Dukungan finansial dan moral dari pemerintah daerah dan universitas-universitas di Pidie sangat krusial. Selain alokasi anggaran, pihak terkait juga memfasilitasi try-out ke luar daerah untuk menguji kesiapan atlet dalam lingkungan kompetisi yang berbeda. Kemitraan dengan padepokan Pencak Silat ternama di Aceh juga diperkuat untuk mendapatkan insight dan teknik-teknik terbaru. Atlet Pidie sadar betul bahwa untuk mendominasi, mereka tidak boleh hanya mengandalkan bakat alami, tetapi harus didukung oleh program pelatihan yang ilmiah dan terencana.
