Kabupaten Pidie selalu dikenal sebagai tanah para pejuang yang memiliki semangat baja dalam mempertahankan martabat dan kedaulatan. Untuk menghidupkan kembali memori kolektif tersebut, sebuah konsep olahraga yang unik dihadirkan melalui kegiatan Napak Tilas Pejuang Pidie yang menghubungkan titik-titik bersejarah di seluruh wilayah tersebut. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar untuk memacu adrenalin, melainkan sebagai sarana refleksi bagi generasi masa kini tentang betapa besarnya pengorbanan yang telah diberikan oleh para pendahulu dalam membangun pondasi peradaban di Aceh.
Olahraga Lari dipilih sebagai media utama karena filosofinya yang sejalan dengan perjuangan: ketahanan, konsistensi, dan kemampuan untuk terus maju meski rintangan di depan terasa berat. Peserta tidak hanya berlari di atas aspal yang rata, tetapi juga melintasi rute-rute yang menjadi saksi bisu peristiwa besar di masa lalu. Dengan keringat yang bercucuran, para pelari diharapkan mampu merasakan sekelumit dari beratnya perjuangan fisik yang dialami oleh para pahlawan lokal. Setiap kilometer yang ditempuh menjadi jembatan emosional yang menghubungkan masa kini dengan kejayaan masa lalu.
Unsur Maraton dalam ajang ini memberikan tantangan fisik yang signifikan bagi para mahasiswa dan masyarakat umum. Namun, tantangan tersebut menjadi lebih ringan ketika sepanjang jalur lari, terdapat papan informasi dan teater mini yang menceritakan fragmen Sejarah perjuangan rakyat Pidie. Edukasi yang dilakukan di sela-sela aktivitas fisik terbukti lebih efektif dalam menanamkan pengetahuan sejarah dibandingkan dengan metode belajar konvensional di dalam kelas. Hal ini menciptakan sebuah pengalaman belajar yang dinamis, di mana tubuh bergerak aktif dan pikiran menyerap informasi berharga tentang identitas asal-usul mereka sendiri.
Target besar dari agenda BAPOMI 2026 ini adalah menciptakan sebuah tradisi tahunan yang menggabungkan sport science dengan narasi historis yang kuat. Melalui ajang ini, Pidie dapat mempromosikan dirinya sebagai destinasi wisata sejarah yang berbasis pada kebugaran fisik. Mahasiswa yang terlibat diharapkan mampu menyebarkan semangat patriotisme ini ke lingkup yang lebih luas, sehingga nilai-nilai keberanian dan kejujuran para pejuang tidak hilang ditelan zaman. Di garis finis, yang didapatkan oleh para peserta bukan hanya sekadar medali kemenangan, melainkan pemahaman yang lebih dalam tentang arti sebuah dedikasi untuk bangsa dan tanah air yang mereka cintai.
